Selasa, 11 Januari 2011

mendung terakhir

Masih pagi
Bahkan masih banyak yang ribut tentang reaksi adisi dan kawan- kawan
Yang berhasil membalikan dunia
Tawa histeris bahkan amarah masih menggema di setiap sudut
Dan di sana menyapaku
Takut kalau ini mendung terakhir yang kurasa
Kapan dan dimana
Seperti telah dijadwal seolah rapat kabinet yang pasti kan kuhadapi
Hanya saja aku belum tau
Aku belum siap dengan bahan yang akan kita perbincangkan
Aku belum siap pergi dan menginap tanpa apa yang kumiliki sekarang
Ia mendekat menyapaku
Takut ini mendung terakhir yang kumiliki

cerita

Ada bintang jatuh pada kepalaku
Yang risau dan kini terang

Ada dengung menyelinap pada telingaku
Terbuka pada sebuah cerita

Namun ada rintik hujan
Menusuk nadiku
Tentang masa kelam
Yang rantainya tak terputuskan