Senin, 04 Januari 2016

Peri Jatuh Cinta

Seperti Tinkerbell jatuh cinta pada Pan
Aku tak tahu kemana cemburu membawaku berburu
Apakah hanya pada gadis dengan kecupan di bibirnya
Atau pada semua punggung yang tak bersayap
Sejatinya aku terasing karena rasa
Dan aku menghabiskan malam-malam di antara dahan
Melihatmu terbang dalam angan
Bila sayap penghalangku, maukah kupangkas tiap ruasnya?
Bila hidup kini alasan kita terpisah, haruskah aku mencarimu di gerbang lain?
Bila peri dan manusia alasanmu meniadakan cinta,
Sudikah Ia memanusiakan daku?

Jumat, 01 Januari 2016

Cukup

Aku harap,
kita sampai pada kesimpulan yang sama
Aku harap,
bukan hanya aku yang merinding membacanya
Aku harap,
ini jadi bentuk lain jawaban yang kuingin selama ini
Atau bukan, tak masalah

Aku pernah belajar mencintaimu
Ia pun yang mengajariku
Tentang cinta yang tak terpaut nafsu memiliki
Cinta yang lebih luas
Cinta yang akhirnya menghadirkan ratusan tanda tanya

Kau pernah ikut mengajariku mencintai-Nya
Lebih besar dari yang kubisa
Lebih sakral dari yang kukenal

Dan itu cukup.
Cukup untukku
Cukup untukmu
Cukup untuk dikenang.
Cukup.