terima kasih, karena ini kali tak ada lagi air mata.
untuk yang itu aku telah dewasa.
tapi, perihal menghabiskan koin di meja judi, ternyata perkara lain yang tak kalah rumit.
lalu, aku kalah -lagi.
akhirnya, aku nikmati sisa malam, menikmati bayangan mata yang tertutup
serta emosi yang terkubur kecewa.
barang kali, di balok sepi ini, hanya si putih yang masih punya hati.