Minggu, 28 Juni 2015

Mati

Ayah, aku mati!
Permainan macam apa ini?
Tiga hari Kau buat aku menangis rindu pada bayang samar dalam mimpi.
Hari ini pun kau buat aku menangis karena orang lain menangis.
Mati lah aku.

Rindu Patologis

Sebenarnya, apa yang mematahkan hati?
Pecinta atau ketakutan yang meraja?

Aku, di sudut kamar, masih sibuk mendengarkan lagu-lagu sendu hanya tuk memutar ingatan tentangmu. Aku kecanduan. Meski akhirnya aku sendiri tak mengerti kamu yang mana yang kumau.
Dan rasa ini makin asing. lebih terasa sebagai penyakit yang menggerogoti jiwaku. Patologis.
ini rindu yang patologis. Dan sekuat apapun aku mencoba, tak ada obat yang mampu membasminya.

Sabtu, 20 Juni 2015

#nulisrandom2015 Perlu Tahu

Aku perlu tahu semua
Yang dibisikkan daun di telinga
Kata-kata yang tak pernah kau bagi sejak semula.
Aku tak butuh bualan
Hanya sedikit kejujuran.
Mungkin kah?
Atau hanya aku yang sibuk bermain dalam dimensi delusi?

Rabu, 17 Juni 2015

Takut

Ajari aku untuk berani, Ayah!
Kini aku terlalu takut.
Bayang hitam menari-nari genit.
Aku kian meringkuk...

Senin, 15 Juni 2015

Jangan Tutup Pintu

Ayah, tolong jangan tutup pintu!
Cukup aku yang kehujanan di luar rumah,
Mencari-cari jalan menyelinap dari jendela.
Ada satu jiwa, muda dan ingin tahu segala.
Ijinkan masuk.
Tak ada rugi.
Cukup aku di luar menanti.

Kamis, 11 Juni 2015

serba salah

Memang tak ada yanh benar.
Jatuh cinta dan melupakan.
Ditinggal dan meninggalkan.
Aku memakan buah simalakama
Rindu ini dosa yang tak bksa ditebus.

Senin, 08 Juni 2015

Ucapan Selamat

Ya, ini untukmu! Kau! Kau yang berkurang umurnya setahun lagi.
Aku sedang terlanjur kalut. Jadi, sekalian saja.
Ini mungkin kado terbaik yang bisa kuberi. Selamat ulang tahun!
Aku...
Nyatanya tak pernah benar-benar melupakan. Bagaimana mungkin? Kalau kau satu-satunya tempat berlari. Yang kupilih jadi penjemputku diujung hari nanti.
Selamat ulang tahun! Tulisan ini untukmu.
Semoga...
Semoga...