Sabtu, 18 Mei 2013

Menembus sangkar

Ayah, hari ini mereka memintaku belajar tuk tak terbatas sangkar
Hari ini aku ditempa tuk siap menjaga
Entah telur siapa yang kan kuasuh nanti
Seperti apa rupanya, sebesar apa mereka.
Aku harus menggapai mereka yang di luar sangkar.
Tapi Ayah, terbang pun, pipit ini sudah hampir lupa caranya.
Sangkarku sebenarnya adalah mata batin yang kian sempit,
Mengerucut dan berbatas kebimbangan.
Sangkarku bukan emas kokoh yang berkeliling,
Sangkarku tak bisa dibengkokkan dalam setahun.
Sangkarku bahkan hanya udara tipis di luar selimut keceriaan.
Sangkarku seperti hantu, mungkin hanya kan hilang bila kuberhasil mengusik-Mu.

Minggu, 12 Mei 2013

guna sayap

Ayah, katanya aku tak boleh menggantungkan sayapku pada angin
katanya sayapku ada supaya aku bisa menentang angin dan menentukan kemana aku akan terbang
seperti apa rasanya?
bagaimana caranya?
aku tak pernah merasakannya.
bagaimana aku mengarahakn sayapku sementara berbaring dalam sangkar emas ini?
apa aku pun punya kuasa untuk membuka kunci?