Jumat, 07 Desember 2012

cerahan

bisa kah kita ulang semua dari awal?
kita tak perlu bertemu seklai pun dengan segala macam kebetulan ajaibmu
jadi aku pun tak mesti berkhayal bodoh
tentang kebetulan-kebetulan lain yang kan membawamu kembali padaku

Sabtu, 27 Oktober 2012

siapa

bila ingin kulukiskan malam ini
aku ada digudang lama yang baru
aku masih betah bermain dengan layar-layarku
si penghisap darah kecil masih senang berayun di lenganku
dan sekali lagi yang ada di pikirku
hanya bayangmu
entah siapa

Senin, 22 Oktober 2012

khayalku

khayalkah bila
suatu saat kuingin milikimu
karena ku tahu
hati kita menyatu

salahkah bila
tak mampu aku melepaskanmu
bukan tak peduli
namun kau terlalu berarti

telah lama aku jalani
sebagian dunia penuh mimpi
tak pernah kulelah karenamu
kini haruskah kutinggalkan
semua
kisah tentang kita
terlalu berat...

Jumat, 05 Oktober 2012

Entah, aku benci keheningan
Hening yang membunuh
Hening di antara bilik hati
Hening..
Hening yang terlalu keras terungkap

Selasa, 18 September 2012

Tempat yang berbeda
Waktu yang berbeda
Dimensi yang tak juga sama
Aku terjebak si dalam pusaran tak tentu
Membuang tubuhku pada belantara tak dikenal
Menerima apa yang tak pernah diterima..

Senin, 17 September 2012

Kicauannya terdengar merdu dalam bisu
Memecah sepi menjadi fragmen-fragmen tak beraturan
Kandas
Lebur menyatu dengan hatinya yang terlanjur pahit
Mengalir bersama darahnya yang mengental
Panas, berharap diredam oleh satu sapa

Jumat, 14 September 2012

Kisah pipit dibakar sepi

Api membakar rumah bertembok gagah itu
Dan si pipit
Kini harus bertahan dalam sangkarnya yang biru
Bahkan bila ia mampu menembus lingkar jerujinya
Tembok menghitam itu masih terlalau tinggi dan kokoh
Untuk dilewati sayap-sayapnya yang mulai gundul
Bertahan dalam panas api

Jumat, 07 September 2012

meter

apa ukuranmu?
seberapa lebar dampaknya?

otakku masih mencoba mencerna diselingi alunan-alunan tak beraturan
beradun dengan hiruk pikuk yang memcah gendang telinga
di antaranya terselip aroma manis menunggu dikagumi

pekikan keras di seberang
semua perdebatan yang ingin kuhancurkan sejak lalu
menghantam lagi dengan semua kemungkinan yang memuakkan

dua kali bulan penuh kuhabiskan di sini
sejak kenangan itu yang aku janjikan
tak akan lagi ia keluar di sela ramai orang

hari ini ia terlanggar
karena satu ukuran
ukuran serapa lebar
senyum ini mengembang

Selasa, 04 September 2012

Satu, sebelum puncak

Satu, sebelum puncak
Haruskah kita sembunyikan lagi
Seperti paku di sela karpet yang menunggu terinjak
Kepalan kisah lalu yang sesungguhnya mampu membawamu menyelami duniaku
Satu, sebelum puncak
Kugantung lagi asa
Di bawah bayang-bayanv suatu masa

Jumat, 24 Agustus 2012

Malamku

Malam tak pernah jauh dariku
Ia di sana
Kadang dengan bulan sebagai penghias
Atau bintang temannya
Meski tak jarang kelabu tanpa apapun yang bisa membuatnya nampak ceria
Malam tak pernah betah lama-lama pergi
Ia akan menagih pada siang
Waktu jaganya yang panjang
Malamku malammu tak kan pernah pudar
Pekatnya kan tetap tak tersamarkan

Senin, 13 Agustus 2012

Iri

Aneh.. Aku tak menemukan subyek lain
Untuk kukatakan
"aku iri padanya"
Hanya ada satu nama yang selalu melekat
Tak mau hilang dan menbayangi
Aku...
Iri terkirim pada alamat yang pasti
Atas nama "Aku"

Jumat, 10 Agustus 2012

Alasan

Semakin lama garisnya semakin datar
Tak ada lonjakan seperti dulu
Tanda-tanda tanya pun lenyap
Dan aku semakib sulit mencari
Dimana ia tinggal, alasan..

Kamis, 09 Agustus 2012

Usai obrolan senja

Aku munyudut di tengah keramaian
Senja jelas menantang mata
Ramai sudah menyerbu telinga
Namun seperti biasa setelah obrolan-obrolan senja lain
Aku hanya mampu menyepi sendiri
Dan...
Mencoba akrab dengan kesunyian
Penghakiman terhadap hidupku

Uneg-uneg

Kebohongan.. Gimana kalau setiap tarikan nafas kita diwarnai oleh kebohongan? Kebohongan pada diri, mata, pikiran bahkan hati kita sendiri.. Ya, teman saya benar. Menghindari kebohongan seribu kali lebih sulit dari menahan diri untuk tidak membunuh seekor nyamuk. Seakan pilihan kita hanya dua, bohong atau hancur..
Kebohongan..bukannya hidup sendiri merupakan sebuah kebohongan?

Selasa, 07 Agustus 2012

Kau

Aku dicekoki oleh segala jenis kebenaran tentagmu
Hanya kau dan selalu kau
Hingga sekali lagi aku jatuh
Terpuruk dan ingkar janji
dan di sana kautertawa mendapati Kesalanan dan kebodohanku
Sementara kau masih mampu bertahan di singgasana megahmu
aku diperbatasan mengintip dari balik tembok batas mimpi dan nyata.

Sekedar cerita

Kadang gue pergi ke dokter, konselor, atau orang-orang yang gue anggap bisa membantu dan memberikan saran atas mesalah gue. Ada yang memang benar-benar bisa membantu. Tapi ga sedikit juga yang ga memberikan perubahan berarti. Mungkin karena prinsip "semua kembali ke diri anda sendiri". Dokter, konselor, teman dan orang- orang itu bagaimana pun juga hanya tokoh di luar diri kita. Mereka ga ada di situasi kita, di posisi kita dalam masalah. (Bukannya itu tujuan kita datang ke mereka? Untuk memberi masukan yang objektif?)
Pengertian mereka terhadap kut, solusi yang meluncur dari mulut mereka, semua itu dengab mudah keluar karena mereka ga sedang berada di posisi kita yang -mungkin -dilematis. Semudah itu. Mereka ga benar-meeasakab apa yang kita rasakan.
Dan sekarang, saat gue berada di posisi mereka, sebagai seorang konselor, tang ada di pikiran gue masih sama. Apa gue sanggup mengerti dan mendalami mereka, membayangkan seperti apa jadi mereka? Apa kalao gue melakukan hal itu ga akan mwngurangi nilai obektifitas saran dab sokusi gue?

Sabtu, 21 Juli 2012

2dua garis sejajar

Kau dan aku
Berjalan berdampingan
Kau dan  aku
Melangkah beriringan
Meski tak sempurna
Meski tak hanya kita
Kau dan aku
Mencari hal yang sama
Mimpi kau dan aku
Pun tak jauh beda
Meski selamanya
Ku di sini kau di sana
Satu tanya yang belum terjawab
Kapan waktu kan pertemukan kita
Seperti dulu saat kita menyatu
Saat imajiku terbuka
Tebayang seperti apa kisah kita
Bagai dua garis sejajar yang tak pernah berpotongan...

Sabtu, 26 Mei 2012

26-05-12

detak detik jarum jam
masih berlalu di hadapku
gemerlap rentetan gigi dan senda gurau
membawa angan menari, terbang ke awang-awang
gundahku tinggal satu
yang tak pernah terbaca dan tergambarkan

Kamis, 24 Mei 2012

kisah pipit dimakan sepi

begini ceritanya
ia ingin menjadi pipit kecil di tepi telaga
bebas lepas tak akan ada yang bisa memakunya
sangkar, jeruji besi pun tidak
ia hendak terus mengepakkan sayap kecilnya
meski rapuh, meski ada puluhan elang yang jauh lebih berkuasa di angkasa
ia adalah simbol kebebasan sejati yang tak pernah terkungkung oleh apapun
kawananya adalah udara, angkasa lepas
dan telaga -yang lebih erat
yah, begitulah ia
sampai sampailah hari sepi berkunjung
pada telaga ia temukan rupa yang sama
terbatas oleh riak air bayangan itu tak pernah mampu keluar
menjadi teman seperti angkasa dan udara
ia tersenyum berbalas
mata dalam telaga itu memancarkan bahagia yang tak kalah menyilaukan
ada kegembiraan yang sama dengan yang ada di dadanya
"Bahagiakah ia? terkurung berbatas riak air setiap harinya"
dan seketika angkasa, udara dan kebebasan seolah bukan teman berarti
"Ada ia di sana. terkurung pun aku tak sendiri"
dan ia menyusul kawan barunya
dalam sepi ia mencari
kawan baru yang terkurung senyum sendiri
ia temukan...
dan mati...

Sabtu, 19 Mei 2012

miris

aku mulai tak percaya pada keajaiban permainan kataku
miris
saat kusadari bukan ia yang dipuja
namun sisi lainku yang sama sekali tak ingin kubanggakan

jebakan

aku kembali pada bentuk awalku
apa yang pernah ku pupuk sebagai pondasi
kini runtuh, dan aku terperosok ke dalamnya
kini aku kembali menjadi aku
pada bentukan semula
bukan jemari yang lihai melukis
pada kata-kata
aku merangkak dari awal
berusah keluar dari jebakan aku
kembali ke permukaan tanah
melihat keindahan lagi di luar aku
dan yang terparah
keluar dari konsep pemujaanku terhadap sesuatu
yang meruntuhkan pondasiku

tumpah ruah

aku makin buta arah
gundahku nyaris tak tertolong
satu yang kan bawaku pada ketenangan alam baka
menyerukan nama dan...
entah inginku menampar, memeluk atau justru
membunuhnya dengan segudang tanya

andai aku bukan penghuni museum
sendiri dalam kotak kaca ini
andai yang dipajang bukan hanya rasaku
andai ada yang lain
yang juga tak fasih membahasakan rasa
dan tatapan ini

sayang
hanya aku di sini
dalam kotak kacaku sendiri
antik, terpajang apik

andai ada yang bisa merasakan awan seperti apa yang kurasa
andai ada juga yang pernah kecanduan bercerita pada langit
entah terlalu percaya
atau mungkin butuh iba
karena kesepiannya
oleh rindu yang tak berbatas
kotak kaca

Selasa, 24 April 2012

ikhlas

satu gelas lagi
kubasahi tenggorokan yang tercekat
di layar sebuah gambar -kerlip lampu dan senyum kebanggaan
dalam memori berjuta kenangan
hitam- putih -samar
tak bisa kubedakan mana khayal dan nyata
berulang-ulang seperti kumpulan mantra yang mesti kuhafal
"ikhlaskan semua. aku ikhlas. lepas semua. mereka hanya memori yang beku dan mengendap, menunggu dilarutkan dalam doa, dan lenyap."
berkali-kali setiap tarikan dan hembusan napas
"semua akan baik-baik saja. ia hanya bagian dari masa lalu yang tak akan kembali. ia terkubur di antara bertumpuk mimpi dan tak akan temukan jalan keluar."
ikhlasku...
kutanam seperti melati di pekarangan
sayang akarnya tak begitu dalam
sedikit saja angin membawa kabar tentangnya
bukan -tentang bagian dari bagian kecil darinya
ia roboh -layu dan...




jangan mati!!!

Minggu, 22 April 2012

kenangan

aku masih ingat pagi itu
walaupun tak sejelas esoknya
aku masih ingat kegamangan dan keraguan kakiku
yang enggan bersahabat dengan ubin di puncak gedung itu
aku masih ingat sapaan pertamanya
tergambar di tengah kegusaran
ketidakmampuanku
aku masih ingat kutukan-kutukan yang terlempar
di sela tawa yang juga tak pernah habis
pada waktunya.
masih terlalu nyata untukku
salah dan maaf yang bergulir bersama jam dinding.
dan semua bermuara pada apa yang kubenci
namun ku tak bisa hidup tanpanya
napasku berhembus olehnya
keberuntunganku berjalan terseok dipapah olehnya.
saat semua makin jelas
aku pun ingat bukan hakku memilikinya...

Jumat, 06 Januari 2012

aku

segudang kisah dari keegoisan yang muncul
-aku
berputar di tengah labirin imaji terlarang
-aku
menetap sebagai penghuni malam yang sendu
-aku
duduk di tepian ranjang menulis untuk seorang terkasih tanpa pernah berbalas
-aku
yang mencintaimu
-AKU