Sabtu, 26 Desember 2015

Sore Hari Setelah Natal

Tapi tiap kali kukejar,
Hatiku patah
Tahu ia selalu terlihat
Batas punggungnya di depan mata
Namun merengkuhnya
Tak pernah nyata

Kamis, 24 Desember 2015

Aku

Memiliki yang tak aku miliki
Menjadi yang bukan aku
Mencintai yang tan aku cintai
Pulang ke tempat yang tak pernah kusinggahi
Bernapas pada ruang hampa
Aku
Mati

Senin, 23 November 2015

The Closed Door

your silence
that closed door

if I were not I am today
would you still be proud

all the dreams built since forever
all the conversation never been

just because love can't choose
I give it up
just because I can't pick only one
I choose you above my sinful heart
my priceless self

Selasa, 10 November 2015

cerita rahasia

kita berbagi dalam rahasia
tentang cerita yang diungkap dalam diam
diakhiri tanda tanya
dan jelas dalam gelap

...

Ada ombak untukmu bermain
ada gelombang yang kan buatmu jatuh hati.
Selebihnya adalah palung,
jurang yang siap-siap menenggelamkanmu.
Karena itu, hanya penyelam yang menyelam
dan hanya pecinta yang jatuh
dalam palungannya.

Selasa, 29 September 2015

Berhenti

Aku berhenti melakukan banyak hal.
Termasuk mencerca apapun yang membuatku takut.

Kadang memang lebih mudah menerima ketakutan itu, bila ada cukup ruang di hati
sekedar untuk mensyukuri bahwa aku masih manusia.

Minggu, 28 Juni 2015

Mati

Ayah, aku mati!
Permainan macam apa ini?
Tiga hari Kau buat aku menangis rindu pada bayang samar dalam mimpi.
Hari ini pun kau buat aku menangis karena orang lain menangis.
Mati lah aku.

Rindu Patologis

Sebenarnya, apa yang mematahkan hati?
Pecinta atau ketakutan yang meraja?

Aku, di sudut kamar, masih sibuk mendengarkan lagu-lagu sendu hanya tuk memutar ingatan tentangmu. Aku kecanduan. Meski akhirnya aku sendiri tak mengerti kamu yang mana yang kumau.
Dan rasa ini makin asing. lebih terasa sebagai penyakit yang menggerogoti jiwaku. Patologis.
ini rindu yang patologis. Dan sekuat apapun aku mencoba, tak ada obat yang mampu membasminya.

Sabtu, 20 Juni 2015

#nulisrandom2015 Perlu Tahu

Aku perlu tahu semua
Yang dibisikkan daun di telinga
Kata-kata yang tak pernah kau bagi sejak semula.
Aku tak butuh bualan
Hanya sedikit kejujuran.
Mungkin kah?
Atau hanya aku yang sibuk bermain dalam dimensi delusi?

Rabu, 17 Juni 2015

Takut

Ajari aku untuk berani, Ayah!
Kini aku terlalu takut.
Bayang hitam menari-nari genit.
Aku kian meringkuk...

Senin, 15 Juni 2015

Jangan Tutup Pintu

Ayah, tolong jangan tutup pintu!
Cukup aku yang kehujanan di luar rumah,
Mencari-cari jalan menyelinap dari jendela.
Ada satu jiwa, muda dan ingin tahu segala.
Ijinkan masuk.
Tak ada rugi.
Cukup aku di luar menanti.

Kamis, 11 Juni 2015

serba salah

Memang tak ada yanh benar.
Jatuh cinta dan melupakan.
Ditinggal dan meninggalkan.
Aku memakan buah simalakama
Rindu ini dosa yang tak bksa ditebus.

Senin, 08 Juni 2015

Ucapan Selamat

Ya, ini untukmu! Kau! Kau yang berkurang umurnya setahun lagi.
Aku sedang terlanjur kalut. Jadi, sekalian saja.
Ini mungkin kado terbaik yang bisa kuberi. Selamat ulang tahun!
Aku...
Nyatanya tak pernah benar-benar melupakan. Bagaimana mungkin? Kalau kau satu-satunya tempat berlari. Yang kupilih jadi penjemputku diujung hari nanti.
Selamat ulang tahun! Tulisan ini untukmu.
Semoga...
Semoga...

Selasa, 14 April 2015

Surat Cinta Keledai

Aku tidak tahu kemana harus berlari
setiap kali rindu menyergap
mungkin tak sengaja kuundang.
Keledai macam apa aku ini?
yang minum dari tangki limbah yang sama
setiap hari, untuk dahaga sesaat
kugadaikan hari-hari dan nyawa.
Lalu kita sama-sama tidak mengerti
arti panjang logika yang seharusnya jadi tumpuan.
Mengapa aku masih harus bertanya?
Padahal jawabanya jelas satu.
Aku -mencintaimu.

Minggu, 22 Februari 2015

tentang gadis kecil yang tak kenal rindu

suatu hari, ada gadis kecil yang punya sejuta rindu
malam-malamnya hanya untuk merindukan dua malaikat penjaganya.
lalu, tiba saat ia pulang, dan tak ada siapa pun di rumah
dan malam-malamnya kian tersiksa
yang namanya rindu tak bisa dibagi atau disudahi.
pelukan-pelukan diursir kertas-kertas dan...
sesekali tak ingin ia sebut apa itu.

akhirnya ia membatu
beku.
tak ingin lagi ia merindu
dihambarkannya semua rasa untuk kehilangan.
dan kini,
ia duduk di pojok persembunyiannya.
menangis lagi.
berharap, masih bisa mengecap rasa
yang kini berubah hambar di lidahnya.

Minggu, 18 Januari 2015

melepas

aku pernah jatuh cinta, Ayah.
tak pernah bermain atau menipu.
dengan pengakuan yang jujur -Kau tahu itu.
dalam tiap kata dan doa yang kuucap,
kuharap cukup tuk buktikannya.

ia yang mengajariku satu hal itu, Ayah.
pertama kali untuk jujur dan tak berpaling.
maka, dengan sisa keberanian yang ia bagi,
izinkan aku melepasnya lagi.

karena tiap hati punya sayap dan hak tuk terbang
ke pangkuan bukit hijau dan air tenang,

maka, biarkan aku pun cukup
dengan bunga-bunga kering dan rasa yang pernah ia bagi.