Selasa, 18 September 2012

Tempat yang berbeda
Waktu yang berbeda
Dimensi yang tak juga sama
Aku terjebak si dalam pusaran tak tentu
Membuang tubuhku pada belantara tak dikenal
Menerima apa yang tak pernah diterima..

Senin, 17 September 2012

Kicauannya terdengar merdu dalam bisu
Memecah sepi menjadi fragmen-fragmen tak beraturan
Kandas
Lebur menyatu dengan hatinya yang terlanjur pahit
Mengalir bersama darahnya yang mengental
Panas, berharap diredam oleh satu sapa

Jumat, 14 September 2012

Kisah pipit dibakar sepi

Api membakar rumah bertembok gagah itu
Dan si pipit
Kini harus bertahan dalam sangkarnya yang biru
Bahkan bila ia mampu menembus lingkar jerujinya
Tembok menghitam itu masih terlalau tinggi dan kokoh
Untuk dilewati sayap-sayapnya yang mulai gundul
Bertahan dalam panas api

Jumat, 07 September 2012

meter

apa ukuranmu?
seberapa lebar dampaknya?

otakku masih mencoba mencerna diselingi alunan-alunan tak beraturan
beradun dengan hiruk pikuk yang memcah gendang telinga
di antaranya terselip aroma manis menunggu dikagumi

pekikan keras di seberang
semua perdebatan yang ingin kuhancurkan sejak lalu
menghantam lagi dengan semua kemungkinan yang memuakkan

dua kali bulan penuh kuhabiskan di sini
sejak kenangan itu yang aku janjikan
tak akan lagi ia keluar di sela ramai orang

hari ini ia terlanggar
karena satu ukuran
ukuran serapa lebar
senyum ini mengembang

Selasa, 04 September 2012

Satu, sebelum puncak

Satu, sebelum puncak
Haruskah kita sembunyikan lagi
Seperti paku di sela karpet yang menunggu terinjak
Kepalan kisah lalu yang sesungguhnya mampu membawamu menyelami duniaku
Satu, sebelum puncak
Kugantung lagi asa
Di bawah bayang-bayanv suatu masa