satu gelas lagi
kubasahi tenggorokan yang tercekat
di layar sebuah gambar -kerlip lampu dan senyum kebanggaan
dalam memori berjuta kenangan
hitam- putih -samar
tak bisa kubedakan mana khayal dan nyata
berulang-ulang seperti kumpulan mantra yang mesti kuhafal
"ikhlaskan semua. aku ikhlas. lepas semua. mereka hanya memori yang beku dan mengendap, menunggu dilarutkan dalam doa, dan lenyap."
berkali-kali setiap tarikan dan hembusan napas
"semua akan baik-baik saja. ia hanya bagian dari masa lalu yang tak akan kembali. ia terkubur di antara bertumpuk mimpi dan tak akan temukan jalan keluar."
ikhlasku...
kutanam seperti melati di pekarangan
sayang akarnya tak begitu dalam
sedikit saja angin membawa kabar tentangnya
bukan -tentang bagian dari bagian kecil darinya
ia roboh -layu dan...
jangan mati!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar