kumpulan puisi. penagakuan yang hanya dibagi kepada cermin.
Senin, 17 September 2012
Kicauannya terdengar merdu dalam bisu
Memecah sepi menjadi fragmen-fragmen tak beraturan
Kandas
Lebur menyatu dengan hatinya yang terlanjur pahit
Mengalir bersama darahnya yang mengental
Panas, berharap diredam oleh satu sapa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar