Aku tidak tahu kemana harus berlari
setiap kali rindu menyergap
mungkin tak sengaja kuundang.
Keledai macam apa aku ini?
yang minum dari tangki limbah yang sama
setiap hari, untuk dahaga sesaat
kugadaikan hari-hari dan nyawa.
Lalu kita sama-sama tidak mengerti
arti panjang logika yang seharusnya jadi tumpuan.
Mengapa aku masih harus bertanya?
Padahal jawabanya jelas satu.
Aku -mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar