Cermin-Cermin di Dinding
kumpulan puisi. penagakuan yang hanya dibagi kepada cermin.
Sabtu, 26 Mei 2012
26-05-12
detak detik jarum jam
masih berlalu di hadapku
gemerlap rentetan gigi dan senda gurau
membawa angan menari, terbang ke awang-awang
gundahku tinggal satu
yang tak pernah terbaca dan tergambarkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar