begini ceritanya
ia ingin menjadi pipit kecil di tepi telaga
bebas lepas tak akan ada yang bisa memakunya
sangkar, jeruji besi pun tidak
ia hendak terus mengepakkan sayap kecilnya
meski rapuh, meski ada puluhan elang yang jauh lebih berkuasa di angkasa
ia adalah simbol kebebasan sejati yang tak pernah terkungkung oleh apapun
kawananya adalah udara, angkasa lepas
dan telaga -yang lebih erat
yah, begitulah ia
sampai sampailah hari sepi berkunjung
pada telaga ia temukan rupa yang sama
terbatas oleh riak air bayangan itu tak pernah mampu keluar
menjadi teman seperti angkasa dan udara
ia tersenyum berbalas
mata dalam telaga itu memancarkan bahagia yang tak kalah menyilaukan
ada kegembiraan yang sama dengan yang ada di dadanya
"Bahagiakah ia? terkurung berbatas riak air setiap harinya"
dan seketika angkasa, udara dan kebebasan seolah bukan teman berarti
"Ada ia di sana. terkurung pun aku tak sendiri"
dan ia menyusul kawan barunya
dalam sepi ia mencari
kawan baru yang terkurung senyum sendiri
ia temukan...
dan mati...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar