Aku dicekoki oleh segala jenis kebenaran tentagmu
Hanya kau dan selalu kau
Hingga sekali lagi aku jatuh
Terpuruk dan ingkar janji
dan di sana kautertawa mendapati Kesalanan dan kebodohanku
Sementara kau masih mampu bertahan di singgasana megahmu
aku diperbatasan mengintip dari balik tembok batas mimpi dan nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar