Kadang gue pergi ke dokter, konselor, atau orang-orang yang gue anggap bisa membantu dan memberikan saran atas mesalah gue. Ada yang memang benar-benar bisa membantu. Tapi ga sedikit juga yang ga memberikan perubahan berarti. Mungkin karena prinsip "semua kembali ke diri anda sendiri". Dokter, konselor, teman dan orang- orang itu bagaimana pun juga hanya tokoh di luar diri kita. Mereka ga ada di situasi kita, di posisi kita dalam masalah. (Bukannya itu tujuan kita datang ke mereka? Untuk memberi masukan yang objektif?)
Pengertian mereka terhadap kut, solusi yang meluncur dari mulut mereka, semua itu dengab mudah keluar karena mereka ga sedang berada di posisi kita yang -mungkin -dilematis. Semudah itu. Mereka ga benar-meeasakab apa yang kita rasakan.
Dan sekarang, saat gue berada di posisi mereka, sebagai seorang konselor, tang ada di pikiran gue masih sama. Apa gue sanggup mengerti dan mendalami mereka, membayangkan seperti apa jadi mereka? Apa kalao gue melakukan hal itu ga akan mwngurangi nilai obektifitas saran dab sokusi gue?
Selasa, 07 Agustus 2012
Sekedar cerita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar