Ayah,
Semalam badai menjatuhkan sangkarku
Besinya bengkok dan celahnya melebar
Lalu kuintip tuan dan nyonya dalam peraduan
Keduanya menangis
Ternyata badai pun mengoyak hati keduanya
Dan bila pipit ini satu-satunya kawan mereka yang tersisa
Masih boleh kah aku menyusup terbang tinggalkan mereka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar