Ayah,
Satu dari 16 rajawali mudaku telah siap pergi
Tugas yang ia emban nanti,
Mungkin akan berpuluh kali beratnya.
Yang hadir dalam kepala pipit ini
Justru satu kata yang tak ingin ia ucap.
Nelangsa.
Aku mengantarnya ke tepi tebing tuk siap terbang
Akankah ia terbang dengan sempurna?
Akankah ia sampai di rumah dengan utuh?
Akankah ia sisihkan sebagian ingatan untukku dan saudara-saudaranya?
Atau hanya berlalu meraih kebebasan?
Ayah,
Bisa kuserahkan ia pada-Mu.
Dari jauh, semoga kicauku tetap terdengar olehnya.
Aku melepasnya, berharap sayapnya telah cukup kuat
Bulunya telah cukup lebat
Agar ia tak perlu jatuh dalam dingin.
Aku di sini, melepasnya
Dan tolong hadiahkan sebuah senyuman.
Satu dari 16 rajawali mudaku telah siap pergi
Tugas yang ia emban nanti,
Mungkin akan berpuluh kali beratnya.
Yang hadir dalam kepala pipit ini
Justru satu kata yang tak ingin ia ucap.
Nelangsa.
Aku mengantarnya ke tepi tebing tuk siap terbang
Akankah ia terbang dengan sempurna?
Akankah ia sampai di rumah dengan utuh?
Akankah ia sisihkan sebagian ingatan untukku dan saudara-saudaranya?
Atau hanya berlalu meraih kebebasan?
Ayah,
Bisa kuserahkan ia pada-Mu.
Dari jauh, semoga kicauku tetap terdengar olehnya.
Aku melepasnya, berharap sayapnya telah cukup kuat
Bulunya telah cukup lebat
Agar ia tak perlu jatuh dalam dingin.
Aku di sini, melepasnya
Dan tolong hadiahkan sebuah senyuman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar