Rindu.
itulah yang mengandung tiap titik komaku.
saat ia terkunci, tak diijinkan keluar
anak kata yang dilahirkannya pun mati perlahan
menghirup sesaknya penyesalan.
Rindu.
ia yang membawaku ke titik awal.
saat terikat, bergerak pun tak mampu
ia membuatku tercekat di tengah jalan
rasa yang memudar membutakan mimpi.
Rindu.
adakah ia dalam tidurmu?
dalam jarak yang tak seberapa
ia bahkan tak mampu merengkuhmu
menarik kakimu, kembali padaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar