Minggu, 18 Januari 2015

melepas

aku pernah jatuh cinta, Ayah.
tak pernah bermain atau menipu.
dengan pengakuan yang jujur -Kau tahu itu.
dalam tiap kata dan doa yang kuucap,
kuharap cukup tuk buktikannya.

ia yang mengajariku satu hal itu, Ayah.
pertama kali untuk jujur dan tak berpaling.
maka, dengan sisa keberanian yang ia bagi,
izinkan aku melepasnya lagi.

karena tiap hati punya sayap dan hak tuk terbang
ke pangkuan bukit hijau dan air tenang,

maka, biarkan aku pun cukup
dengan bunga-bunga kering dan rasa yang pernah ia bagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar