Senin, 13 Februari 2017

Surat Kepada Nyonya-Nyonya

aku mengerti bagaimana perasaan ketika mahkota dan semua pertahanan satu per satu dilucuti
lucunya, seperti, bunuh diri, kau mengajak semua musuh dan penghianat mati bersamamu.
semua luka bakar dan jahitan menjadi saksi betapa pilu hidup yang kau jalani
atas nama semangat.
dan itu lah medan perang mu.
berkali-kali dalam pertempuran berbeda kau berjuang mengais sisa hari
tak peduli berapa pun luka yang kau tuai di tubuh dan batinmu
sementara nasib dan maut tetap merantai -tak mengijinkamu bebas.
tapi keajaiban menunggu di ujung lorong
kau tahu itu.
bila tak kembali ke sisiku, masih ada tempat terindah bagi pejuang sepertimu...

13 Februari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar